Minggu, 10 Oktober 2010

Karakteristik sistem imformasi akutansi(SIA)

Menurut Mc Leod (2001, p.7), sistem akuntansi memiliki karakteristik atau ciri-ciri

tertentu dibandingkan dengan sistem informasi yang lain, khususnya sistem informasi

manajemen fungsional (Pemasaran, Produksi, Personalia, Keuangan) dan sistem informasi

ekskutif. Pendapat Mc.Leod yang diterjemahkan secara bebas dengan uraian-uraian penjelasan

oleh penulis, adalah sebagai berikut:

a. Melaksanakan tugas yang diperlukan

Sistem akuntansi merupakan suatu keharusan (is a must) karena para pengelola

(direksi) perusahaan memang diwajibkan oleh stakeholder/ stockholder, yaitu

elemen-elemen lingkungan seperti pemerintah, para pemegang saham dan pemilik

yang menuntut pengelola perusahaan agar melakukan pengolahan data dan

melaporkan hasil pekerjaannya (sebagai pertanggungjawaban, stewardship).

b. Berpegang pada prosedur yang relatif standar :

Acuan peraturan, sistem dan praktek akuntansi yang diterima umum (general

accepted) pada standar akuntansi keuangan menentukan cara pelaksanaan

pengolahan data akuntansi (record/book-keeping system). Semua organisasi

bisnis/perusahaan dan segala jenis tipe melakukan sistem pembukuan atau

mengolah datanya dengan cara yang pada dasarnya sama (standar).

c. Menangani data rinci

Data yang diolah SIA adalah data transaksi akuntansi yang bersifat raw data dan

detail (rinci) dari transaction processing system. Data tersebut kemudian diolah

dalam bentuk pemilahan/pengelompokan/ penjumlahan untuk dapat menghasilkan

laporan sesuai dengan dimensi yang dikehendaki. Karena data rinci transaksi

akuntansi kemudian diolah dalam berbagai catatan akuntansi menjadi data yang

sudah diakumulasikan, maka sistem harus memiliki mekanisme untuk menjelaskan

kegiatan perusahaan berdasarkan data secara rinci (raw data) semula, yang disebut

21

dengan istilah jejak audit (audit trail).

d. Berfokus historis

Data yang dikumpulkan dan diolah oleh sistem akuntansi umumnya menjelaskan

apa yang terjadi di masa lampau, yaitu data transaksi akuntansi yang telah terjadi

yang kemudian dilaporkan secara periodik (misalnya laporan bulanan mengenai

kegiatan bulan yang lalu), atau bahkan laporan keuangan (neraca, laporan laba/rugi,

laporan arus kas, dan laporan perubahan ekuitas) mengenai kegiatan perusahaan

selama tahun yang lalu (misalnya dari tanggal 1 Januari sampai dengan 31

Desember tahun A, sedangkan laporan keuangan audited lazimnya baru dapat

dihasilkan pada bulan Maret tahun B).

e. Sistem akuntansi menghasilkan sebagian output informasi bagi para manajer

perusahaan. Laporan akuntansi standar seperti laporan rugi laba dan neraca

merupakan contohnya. Ditinjau dari sudut pandang akuntansi keuangan (financial

accounting), informasi yang dihasilkan dalam bentuk laporan-laporan akuntansi

merupakan laporan bentuk baku yang berguna untuk pengambilan keputusan oleh

para pengguna laporan yang relatif ruang lingkupnya terbatas. Laporan dalam

bentuk neraca misalnya, adalah untuk mengetahui kekayaan perusahaan pada suatu

tanggal tertentu. Sedangkan jika ingin mengetahui penghasilan perusahaan pada

suatu periode tertentu adalah dari laporan laba/rugi. Laporan-laporan tersebut relatif

lebih terbatas kemampuannya untuk mendukung pengambilan keputusan oleh para

manajer.

f. Menyediakan informasi pemecahan masalah yang minimal

Seperti diuraikan di atas, laporan akuntansi keuangan relatif terbatas untuk dapat

mendukung proses pengambilan keputusan oleh para manajer unit fungsional.

Untuk memenuhi kebutuhan para manajer tersebut, dihasilkan laporan akuntansi

manajemen (accounting management). Dengan sistem berbasis komputer, maka

kedua jenis laporan yang bersifat laporan akuntansi keuangan dan laporan akuntansi

manajemen dapat dihasilkan dengan relatif lebih mudah dan lebih terpadu. Jadi jika

SIA dipandang sebagai sistem informasi yang menghasilkan laporan akuntansi

keuangan maka dukungan untuk proses pengambilan keputusan relatif minimal dan

standar. Tetapi jika SIA dipandang sebagai sistem informasi manajemen akuntansi

untuk menghasilkan laporan-laporan untuk berbagai unit fungsional termasuk jenis

laporan yang bersifat what if, maka dukungan SIA juga akan bisa maksimal

sepanjang mengenai data transaksi akuntansi.

Dari butir-butir pendapat Mc.Leod tersebut di atas, dapat ditambahkan karakteristik lain

yang dapat diidentifikasi penulis mengeni SIA, sebagai berikut:

g. Laporan sistem informasi akuntansi (yang dibuat oleh fungsi akuntansi) bersifat

independen terhadap unit fungsional lain.

Sistem akuntansi menghasilkan informasi yang ditinjau dari sudut pandang pucuk

pimpinan perusahaan (top management, direksi) bersifat independen. Yang

dimaksud independen di sini adalah bahwa laporan dari SIA relatif terbebas dari

kepentingan unit fungsional operasional. Misalnya, Bagian Pemasaran akan

cenderung secara subyektif untuk melaporkan nilai penjualan semaksimal mungkin,

karena nilai penjualan yang merupakan salah satu ukuran keberhasilan atau kinerja

bagian tersebut. Sedangkan laporan tentang nilai penjualan (sales) yang dioleh oleh

fungsi akuntansi akan terbebas dari bias, dan diolah melalui mekanisme sistem

akuntansi dan pengendalian intern yang memadai.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar