SIM menggunakan data yang disediakan SIA dalam database, dan informasi lain yang berasal dari lingkungan. Isi dari database tersebut digunakan oleh software untuk membuat laporan periodik dan laporan khusus, serta model matematika untuk mensimulasikan aspek operasi perusahan, Berbeda dengan SIA, SIM tidak berkewajiban menyediakan informasi bagi lingkungan.
SIM & EntIS
SIM akan terbentuk secara utuh jika semua sistem informasi organisasi telah terbentuk dan terkoneksi satu sama lain. Data dan informasi disimpan dalam satu database yang sama dan dapat dipergunakan pada area fungsional yang lain. SIM merupakan dasar terbentuknya sistem informasi yang lebih canggih dan kompleks yang baru berkembang dalam beberapa tahun terakhir, yaitu Sistem Informasi Perusahaan dikenal juga dengan nama Enterprise Information System (EntIS)
Software Pembuat Laporan
Software pembuat laporan adalah perangkat lunak yang digunakan untuk menghasilkan laporan periodik dan laporan khusus. Dari bentuknya laporan periodik dan laporan khusus mungkin terlihat sama. Perbedaan terdapat dari timeliness dan time horizon.Laporan periodik disiapkan sesuai jadwal tertentu, SIM periode awal terbatas pada penyediaan laporan periodik saja, tetapi hal ini menjadi sukar diterima ketika SIM telah menerapkan HRIS dan EIS.
Laporan khusus disediakan jika terjadi sesuatu yang luar biasa, sepertl laporan kecelakaan di manufaktur, atau laporan tertentu yang diperoleh dari query database. Laporan khusus biasanya mengambarkan sesuatu yang sedang terjadi atau baru saja terjadi, berbeda dengan laporan periodik yang lebih berorientasi pada masa lalu atau apa yang telah terjadi.Laporan bisa juga merupakan gabungan dari laporan periodik dan laporan khusus, misalnya untuk membandingkan pendapatan pada saat ini dengan laporan pada periode yang sama tahun sebelumnya. Laporan seperti ini disebut dengan Management by exception.
Management by exception dapat dimasukan kedalam laporan dalam empat cara yaitu.
• Laporan jika terjadi pengecualian, seperti pada contoh berikut, data yang ditampilkan hanya untuk data lembur saja.
• Laporan menggunakan urutan untuk menonjolkan suatu pengecualian. Laporan berikut memperlihatkan komoditas mana yang memiliki nilai penjualan terbesar sampai terkecil.
• Laporan berdasarkan pengelompokan suatu pengecualian. Laporan dirancang sehingga manajer dapat mencari perkekecualian pada area tertentu, misalnya jika dia ingin melihat piutang yang berumur lebih dari 90 hari.
• Laporan yang menunjukan variansi dari normal, misalnya laporan yang ingin menunjukan berapa perbedaan antara arget penjualan dan penjualan sebenarnya.
Model Matematika
Jenis software SIM kedua berbentuk model matematika. Model matematika dapat dikategorikan dalam tiga karakteristik yaitu pengaruh waktu, tingkat keyakinan, dan kemampuan optimisasi. Model matematika berdasarkan pengaruh waktu dapat dibedakan menjadi model statis atau dinamis, model dinamis memiliki variabel waktu, sehingga hasil simulasi akan berdasarkan pada periode analisisnya. Model matematika berdasarkan tingkat keyakinan, mencakup model deterministik atau model probabilistik. Model deterministik adalah model yang hasilnya akan diketahui dengan pasti jika nilai variabel-variabel yang membentuknya diketahui. Model probabilistik akan menghasilkan kemungkinan-kemungkinan walaupun variabel yang membentuknya diketahui dengan pasti.
Model berdasarkan kemampuan optimasi dibedakan menjadi model optimasi atau suboptimasi. Model optimasi adalah model yang dapat memilih solusi terbaik dari berbagai alternatif, untuk mencapai model ini masalah harus memiliki struiktur yang sangat baik. Model suboptimasidisebut juga model satisficing model, memungkinkan manajer memasukan serangkaian keputusan dan model akan memproyeksikan hasilnya, model ini tidak mengidentifikasi keputusan terbaik melainkan membantu manajer memutuskan hal itu.
Model EOQ adalah model yang memiliki karakteristik statis, deterministik, dan optimasi.
Kelebihan dan Kelemahan Model Matematika
Seorang manajer yang menggunakan model matematika akan memperoleh keuntungan:
• Pembuatan model merupakan pengalaman belajar.
• Kecepatan simulasi menyediakan kemampuan untuk mengevaluasi dampak keputusan secepat mungkin dibanding menunggu setelah keputusan dibuat.
• Model menyediakan daya prediksi yang tidak dapat disediakan oleh metode penghasil informasi lain.
• Model lebih murah dari pada metode trial and error. Pembuatan model memang mahal tetapi tidak artinya dibanding dampak dari keputusan yang buruk.
Kelemahan utama penggunaan model matematika:
• Tingkat kesulitan yang tinggi dalam pembuatan model sistem bisnis sering menghasilkan tidak mencakup semua faktor yang mempengaruhi. Hilangnya faktor dominan akan sangat mempengaruhi kualitas informasi yang dihasilkannya.
• Dibutuhkan tingkat keahlian matematik yang tinggi untuk mendapatkan model yang tepat. Identifikasi faktor secara lengkap tidak akan berguna jika pemodel tidak memiliki kemampuan untuk menghubungkannya dengan operator-operator matematika yang tepat.
Output Model
Simulasi model dapat disajikan dalam dua bentuk tampilan output yaitu:
• Output tabel, yaitu output berupa tampilan huruf dan angka yang digunakan jika semua data perlu ditampilkan.
• Output Grafik, muncul setelah era komputer WYSIWYG, di rintis oleh Lotus dam Microcomputer. Kini tampilan grafik menjadi suatu fiturt wajib yang harus disediakan sistem informasi.
Grafik memiliki kemampuan untuk:
• Menyimpulkan dengan cepat
• Mendeteksi trend dari waktu ke waktu.
• Meramalkan suatu kejadian.
• Mencari gambaran sederhana dari suatu situasi.
Memilih grafik yang baik menurut Jarvenpaa & Dicson adalah:
• Diagram garis/batang, digunakan untuk menyimpulkan data.
• Diagram garis/batang berkelompok, untuk melihat trend.
• Diagram batang berkelompok lebih baik dari pie chart, untuk menyajikan bagian-bagian dari suatu keseluruhan.
• Diagram garis/batang berkelompok, baik untuk membandingkan berbagai pola variabel dibanding diagram garis/batang bertumpuk.
• Gunakan batang horisontal dari pada batang vertikal saat membandingkan berbagai variabel.
• Tempatkan nilai pada ujung batang horisontal untuk memudahkan pembacaan.
• Gunakan garis tunggal atau batang untuk membandingkan titik-titik data individual antara variabel.
Minggu, 02 Januari 2011
LANGKAH-LANGKAH DALAM SIA
1.Melaksanakan tugas yang diperlukan.
2.Berpegang pada prosedur yang relatif standar.
3.Menangani data yang rinci.
4.Berfokus historis.
5.Menyediakan informasi pemecahan yang minimal.
CONTOH SIA :
“ Sistem yang digunakan oleh perusahaan-perusahaan distribusi, perusahaan yang mendistribusikan produk dan jasanya kepada pelanggan”
Sistem ini disebut “ SISTEM DISTRIBUSI”
Sistem Pemasukan Pesanan :
Edit Data Pesanan
Perusahaan menggunakan formulir pesanan penjualan untuk mencatat data yang diperlukan untuk memproses pesanan pelanggan.
Nota penolakan pesanan penjualan, akan dikirimkan kepada pemesan apabila kode barang dan nama barang tidak sesuai atau tidak tersedia.
Menghitung Pemeriksaan Kredit
Satu pendekatan untuk melaksanakan pemeriksaan kredit adalah dengan mempertimbangkan dampak jumlah pesanan terhadap jumlah piutang pada pelanggan tersebut.
Piutang dagang : jumlah uang yang merupakan hak perusahaan yang berasal dari penjualan sebelumnya.
Log Pesanan
Digunakan untuk menindak lanjuti pesanan dan memastikan bahwa pesanan telah terpenuhi.
Log Pesanan berisi : nomor pelanggan, nomor pesanan, tanggal pesanan pelanggan dan tanggal pesanan diterima.
Menandai Pesanan yang telah dipenuhi
Dengan mencatat tanggal pemenuhan dalam log pesanan, nilai infromasi dari file tersebut meningkat.
2.Berpegang pada prosedur yang relatif standar.
3.Menangani data yang rinci.
4.Berfokus historis.
5.Menyediakan informasi pemecahan yang minimal.
CONTOH SIA :
“ Sistem yang digunakan oleh perusahaan-perusahaan distribusi, perusahaan yang mendistribusikan produk dan jasanya kepada pelanggan”
Sistem ini disebut “ SISTEM DISTRIBUSI”
Sistem Pemasukan Pesanan :
Edit Data Pesanan
Perusahaan menggunakan formulir pesanan penjualan untuk mencatat data yang diperlukan untuk memproses pesanan pelanggan.
Nota penolakan pesanan penjualan, akan dikirimkan kepada pemesan apabila kode barang dan nama barang tidak sesuai atau tidak tersedia.
Menghitung Pemeriksaan Kredit
Satu pendekatan untuk melaksanakan pemeriksaan kredit adalah dengan mempertimbangkan dampak jumlah pesanan terhadap jumlah piutang pada pelanggan tersebut.
Piutang dagang : jumlah uang yang merupakan hak perusahaan yang berasal dari penjualan sebelumnya.
Log Pesanan
Digunakan untuk menindak lanjuti pesanan dan memastikan bahwa pesanan telah terpenuhi.
Log Pesanan berisi : nomor pelanggan, nomor pesanan, tanggal pesanan pelanggan dan tanggal pesanan diterima.
Menandai Pesanan yang telah dipenuhi
Dengan mencatat tanggal pemenuhan dalam log pesanan, nilai infromasi dari file tersebut meningkat.
Minggu, 10 Oktober 2010
Teknologi Sistem Informasi Akuntansi
Teknologi informasi yang meliputi komputer dan telekomunikasi memampukan (enable)
suatu entitas mengumpulkan data, menyimpan, mengolah, dan melaporkan serta
mendistribusikan informasi kepada para pemakai dengan kos yang relatif rendah. Teknologi
informasi juga memampukan suatu entitas menangkap dan menangapi informasi eksternal secara
efektif (effective sensing radar). Teknologi informasi (TI) digunakan untuk melaksanakan bisnis
perusahaan (Wilkinson, 1991) dan menjadi mata rantai yang menghubungkan bisnis perusahaan
dengan pemasok, bisnis perusahaan dengan pelanggan, dan antara pemasok dan pelanggan.
Pihak-pihak yang terkait tersebut berhubungan karena adanya value chain. Dengan demikian, TI
merupakan penghubung value chain antara bisnis perusahaan, pemasok, dan pelanggan. TI
memicu adanya value system. Oleh karena itu, sistem informasi suatu entitas dapat manjadi
sistem informasi entitas lain, maka akan menimbulkan share interest secara efisien.
EDI memberikan keuntungan efisiensi bagi pelanggan dan pemasok. Jika pelanggan dapat
melihat ke belakang melalui keseluruhan rantai sediaan dan pemasok dapat melihat ke depan
keseluruhan rantai pelanggan, maka kondisi ini akan menimbulkan keseluruhan rantai hubungan.
Bagi entitas, informasi yang terintegrasi melalui seluruh rantai hubungan bisnis akan
menimbulkan keuntungan strategik untuk memaksimumkan value bagi pelanggan. Rantai
hubungan bisnis ini akan mengarahkan perhatian utama setiap entitas pada kebutuhan pelanggan
(customers focus), bukan pada kepentingan individu related entities.
Entitas dimungkinkan memiliki informasi secara real-time, dan beberapa bentuk
pelaporan real-time kepada investor, kreditor, dan pemakai lainnya menjadi suatu yang biasa.
Teknologi informasi masa depan akan menyebabkan model aliran informasi di atas menjadi
ketinggalan jaman. Informasi masa depan akan disajikan secara virtual atau merupakan
information-dual (Elliot, 1994).
Manajemen membutuhkan sistem informasi yang bersifat strategik sampai yang bersifat
operasional. Penerapan teknologi informasi (seperti EDI) dalam SIA akan menjadikan SIA sebagai
sistem informasi strategik (SIS) untuk menciptakan information-dual. Information-dual akan dapat
mempengaruhi semua organisasi yang menghasilkan output secara virtual. Informasi ini dapat
digunakan dalam pengukuran pertanggungjawaban internal dan eksternal. Information-dual
menyebabkan perubahan besar lingkungan manajemen dan pertanggungjawaban.
Sistem informasi ini dapat dianalogikan dengan sistem sensor pemanas, kebakaran dan banjir
yang ditempatkan di setiap rumah. Untuk merealisasi information dual, alat sensor akan
memonitor dan menangkap sinyal suatu kejadian dan memrosesnya secara real-time. Dengan
demikian, manajemen dapat mencegah suatu proses menjadi semakin buruk dan mengubah
tindakannya secara cepat dengan memonitor proses-proses secara real-time. Sistem
informasi strategik akan didukung dengan terbentuknya sistem informasi operasi, sistem
informasi akuntansi manajemen, dan sistem informasi akuntansi keuangan, bahkan sistem
informasi tersebut menjadi sistem informasi strategik itu sendiri.
suatu entitas mengumpulkan data, menyimpan, mengolah, dan melaporkan serta
mendistribusikan informasi kepada para pemakai dengan kos yang relatif rendah. Teknologi
informasi juga memampukan suatu entitas menangkap dan menangapi informasi eksternal secara
efektif (effective sensing radar). Teknologi informasi (TI) digunakan untuk melaksanakan bisnis
perusahaan (Wilkinson, 1991) dan menjadi mata rantai yang menghubungkan bisnis perusahaan
dengan pemasok, bisnis perusahaan dengan pelanggan, dan antara pemasok dan pelanggan.
Pihak-pihak yang terkait tersebut berhubungan karena adanya value chain. Dengan demikian, TI
merupakan penghubung value chain antara bisnis perusahaan, pemasok, dan pelanggan. TI
memicu adanya value system. Oleh karena itu, sistem informasi suatu entitas dapat manjadi
sistem informasi entitas lain, maka akan menimbulkan share interest secara efisien.
EDI memberikan keuntungan efisiensi bagi pelanggan dan pemasok. Jika pelanggan dapat
melihat ke belakang melalui keseluruhan rantai sediaan dan pemasok dapat melihat ke depan
keseluruhan rantai pelanggan, maka kondisi ini akan menimbulkan keseluruhan rantai hubungan.
Bagi entitas, informasi yang terintegrasi melalui seluruh rantai hubungan bisnis akan
menimbulkan keuntungan strategik untuk memaksimumkan value bagi pelanggan. Rantai
hubungan bisnis ini akan mengarahkan perhatian utama setiap entitas pada kebutuhan pelanggan
(customers focus), bukan pada kepentingan individu related entities.
Entitas dimungkinkan memiliki informasi secara real-time, dan beberapa bentuk
pelaporan real-time kepada investor, kreditor, dan pemakai lainnya menjadi suatu yang biasa.
Teknologi informasi masa depan akan menyebabkan model aliran informasi di atas menjadi
ketinggalan jaman. Informasi masa depan akan disajikan secara virtual atau merupakan
information-dual (Elliot, 1994).
Manajemen membutuhkan sistem informasi yang bersifat strategik sampai yang bersifat
operasional. Penerapan teknologi informasi (seperti EDI) dalam SIA akan menjadikan SIA sebagai
sistem informasi strategik (SIS) untuk menciptakan information-dual. Information-dual akan dapat
mempengaruhi semua organisasi yang menghasilkan output secara virtual. Informasi ini dapat
digunakan dalam pengukuran pertanggungjawaban internal dan eksternal. Information-dual
menyebabkan perubahan besar lingkungan manajemen dan pertanggungjawaban.
Sistem informasi ini dapat dianalogikan dengan sistem sensor pemanas, kebakaran dan banjir
yang ditempatkan di setiap rumah. Untuk merealisasi information dual, alat sensor akan
memonitor dan menangkap sinyal suatu kejadian dan memrosesnya secara real-time. Dengan
demikian, manajemen dapat mencegah suatu proses menjadi semakin buruk dan mengubah
tindakannya secara cepat dengan memonitor proses-proses secara real-time. Sistem
informasi strategik akan didukung dengan terbentuknya sistem informasi operasi, sistem
informasi akuntansi manajemen, dan sistem informasi akuntansi keuangan, bahkan sistem
informasi tersebut menjadi sistem informasi strategik itu sendiri.
Tujuan Sistem Informasi Akuntansi
Dari penjelasan tentang definisi sistem akuntansi maka dapat disimpulkan bahwa tujuan
dari sistem akuntansi adalah untuk menyajikan informasi akuntansi kepada berbagai pihak yang
membutuhkan informasi tersebut, baik pihak internal maupun pihak eksternal. Sistem akuntansi
adalah sistem informasi, atau salah satu subset/subsistem dari suatu sistem informasi organisasi.
Menurut buku terjemahan Hall (2001, h.18), “Pada dasarnya tujuan disusunnya sistem informasi
adalah:
a. Untuk mendukung fungsi kepengurusan (stewardship) manajemen suatu
organisasi/ perusahaan, karena manajemen bertanggungjawab untuk
menginfomasikan pengaturan dan penggunaan sumber daya organisasi dalam
rangka pencapaian tujuan organisasi tersebut.
b. Untuk mendukung pengambilan keputusan manajemen, karena sistem informasi
memberikan informasi yang diperlukan oleh pihak manajemen untuk melakukan
tanggung jawab pengambilan keputusan.
c. Untuk mendukung kegiatan operasi perusahaan hari demi hari. Sistem informasi
membantu personil operasional untuk bekerja lebih efektif dan efisien.”
Menurut Mulyadi (1993, h.19-20), sistem informasi akuntansi memiliki empat tujuan
dalam penyusunannya, yaitu :
1. Untuk menyediakan informasi bagi pengelolaan kegiatan usaha
2. Untuk memperbaiki informasi yang dihasilkan oleh sistem yang sudah ada, baik
mengenai mutu, ketepatan penyajian maupun struktur informasinya.
23
3. Untuk memperbaiki pengendalian akuntansi dan pengecekan intern, yaitu untuk
memperbaiki tingkat keandalan (reliability) informasi akuntansi dan untuk
menyediakan catatan lengkap mengenai pertanggungjawaban dan perlindungan
kekayaan perusahaan.
4. Untuk mengurangi biaya klerikal dalam penyelenggaraan catatan akuntansi.
Dari tujuan dan karakteristik sistem akuntansi di atas, dapat ditarik suatu kesimpulan
bahwa tujuan dan karakteristik sistem akuntansi berkaitan dengan kegiatan pengelolaan data
transaksi keuangan dan non keuangan menjadi informasi yang dapat memenuhi kebutuhan
pemakainya (accounting information users).
Sistem informasi akuntansi juga mengalami perkembangan-perkembangan, mulai dari
konsep double entry book keeping system yang diperkenalkan oleh Lucas Paciolo pada abad ke-
17, sampai saat ini sebagai sistem berbasis komputer, bahkan kini menjadi bagian integral dari
keseluruan sistem terpadu yang disebut enterprise information system. Faktor-faktor yang
mendorong perkembangan sistem informasi akuntansi sampai dalam bentuknya
sekarang ini antara lain adalah sebagai berikut:
Perkembangan sistem pengolahan data dan peralatannya yang memungkinkan sistem
informasi akuntansi tidak hanya mampu menyajikan laporan akuntansi keuangan,
melainkan juga berbagai informasi akuntansi manajemen dan bahkan laporan-laporan non-
keuangan yang sangat penting bagi dukungan pengendalian organisasi.
Meningkatnya kompleksitas operasional perusahaan menyebabkan sistem informasi
(khususnya informasi akuntansi menjadi makin penting sebagai alat bantu manajemen).
Meningkatnya kompleksitas organisasi, multinasional, konglomerasi dan organisasi maya
(virtual organization), menyebabkan perlunya perhatian dan kesungguhan untuk
membangun, mengelola dan memberdayakan sistem informasi akuntansi menjadi makin
meningkat.
“Tempo” kegiatan, speed, dan tingkat toleransi pelayanan makin rendah, artinya suatu
kesalahan pengambilan keputusan dapat langsung mempunyai damapak yang relatif cukup
besar. Karena itu peranan sistem informasi akuntansi dalam menyediakan bahan untuk
proses pengambilan keputusan makin penting.
Terjadinya globalisasi kegiatan dan makin perlunya sistem informasi akuntansi menjadi
media komunikasi bisnis antar lokasi dan antar negara.
Sistem informasi akuntansi makin diperlukan untuk memberikan masukan maupun sebagai
alat pemicu (trigger) bagi pengembangan sistem informasi manajemen fungsional lainnya.
dari sistem akuntansi adalah untuk menyajikan informasi akuntansi kepada berbagai pihak yang
membutuhkan informasi tersebut, baik pihak internal maupun pihak eksternal. Sistem akuntansi
adalah sistem informasi, atau salah satu subset/subsistem dari suatu sistem informasi organisasi.
Menurut buku terjemahan Hall (2001, h.18), “Pada dasarnya tujuan disusunnya sistem informasi
adalah:
a. Untuk mendukung fungsi kepengurusan (stewardship) manajemen suatu
organisasi/ perusahaan, karena manajemen bertanggungjawab untuk
menginfomasikan pengaturan dan penggunaan sumber daya organisasi dalam
rangka pencapaian tujuan organisasi tersebut.
b. Untuk mendukung pengambilan keputusan manajemen, karena sistem informasi
memberikan informasi yang diperlukan oleh pihak manajemen untuk melakukan
tanggung jawab pengambilan keputusan.
c. Untuk mendukung kegiatan operasi perusahaan hari demi hari. Sistem informasi
membantu personil operasional untuk bekerja lebih efektif dan efisien.”
Menurut Mulyadi (1993, h.19-20), sistem informasi akuntansi memiliki empat tujuan
dalam penyusunannya, yaitu :
1. Untuk menyediakan informasi bagi pengelolaan kegiatan usaha
2. Untuk memperbaiki informasi yang dihasilkan oleh sistem yang sudah ada, baik
mengenai mutu, ketepatan penyajian maupun struktur informasinya.
23
3. Untuk memperbaiki pengendalian akuntansi dan pengecekan intern, yaitu untuk
memperbaiki tingkat keandalan (reliability) informasi akuntansi dan untuk
menyediakan catatan lengkap mengenai pertanggungjawaban dan perlindungan
kekayaan perusahaan.
4. Untuk mengurangi biaya klerikal dalam penyelenggaraan catatan akuntansi.
Dari tujuan dan karakteristik sistem akuntansi di atas, dapat ditarik suatu kesimpulan
bahwa tujuan dan karakteristik sistem akuntansi berkaitan dengan kegiatan pengelolaan data
transaksi keuangan dan non keuangan menjadi informasi yang dapat memenuhi kebutuhan
pemakainya (accounting information users).
Sistem informasi akuntansi juga mengalami perkembangan-perkembangan, mulai dari
konsep double entry book keeping system yang diperkenalkan oleh Lucas Paciolo pada abad ke-
17, sampai saat ini sebagai sistem berbasis komputer, bahkan kini menjadi bagian integral dari
keseluruan sistem terpadu yang disebut enterprise information system. Faktor-faktor yang
mendorong perkembangan sistem informasi akuntansi sampai dalam bentuknya
sekarang ini antara lain adalah sebagai berikut:
Perkembangan sistem pengolahan data dan peralatannya yang memungkinkan sistem
informasi akuntansi tidak hanya mampu menyajikan laporan akuntansi keuangan,
melainkan juga berbagai informasi akuntansi manajemen dan bahkan laporan-laporan non-
keuangan yang sangat penting bagi dukungan pengendalian organisasi.
Meningkatnya kompleksitas operasional perusahaan menyebabkan sistem informasi
(khususnya informasi akuntansi menjadi makin penting sebagai alat bantu manajemen).
Meningkatnya kompleksitas organisasi, multinasional, konglomerasi dan organisasi maya
(virtual organization), menyebabkan perlunya perhatian dan kesungguhan untuk
membangun, mengelola dan memberdayakan sistem informasi akuntansi menjadi makin
meningkat.
“Tempo” kegiatan, speed, dan tingkat toleransi pelayanan makin rendah, artinya suatu
kesalahan pengambilan keputusan dapat langsung mempunyai damapak yang relatif cukup
besar. Karena itu peranan sistem informasi akuntansi dalam menyediakan bahan untuk
proses pengambilan keputusan makin penting.
Terjadinya globalisasi kegiatan dan makin perlunya sistem informasi akuntansi menjadi
media komunikasi bisnis antar lokasi dan antar negara.
Sistem informasi akuntansi makin diperlukan untuk memberikan masukan maupun sebagai
alat pemicu (trigger) bagi pengembangan sistem informasi manajemen fungsional lainnya.
Prinsip-prinsip dari Sistem Informas Akuntansi
Prinsip-prinsip yang harus dipertimbangkan di dalam penyusunan sistem informasi
akuntansi adalah:
a. Keseimbangan biaya dengan manfaat
Yang dimaksud dengan keseimbangan antara biaya dengan manfaat (cost effectiveness
balance) ialah bahwa sistem akuntansi suatu perusahaan harus di-susun dengan sebaik-
baiknya, tetapi dengan biaya yang semurah-murahnya. Maksudnya adalah sistem akuntansi
harus sesuai dengan kebutuhan masing-masing perusahaan tetapi juga harus dengan
pertimbangan manfaat yang diperoleh harus lebih besar dari biayanya.
b. Luwes dan dapat memenuhi perkembangan
Ciri khas suatu perusahaan modern adalah perubahan (organization change). Setiap
perubahan harus terus-menerus menyesuaiakan diri dengan lingkungan dan
perkembangannya, termasuk perubahan kebijakan, perubahan peraturan, dan perkembangan
teknologi. Sistem akuntansi harus luwes dalam menghadapi tuntutan perubahan tersebut
(flexibility to meet future needs).
c. Pengendalian internal yang memadai
Suatu sistem akuntansi harus dapat menyajikan informasi akuntansi yang diperlukan oleh
pengelola perusahaan sebagai pertanggungjawaban kepada pemilik, maupun kepada pihak-
pihak yang berkepentingan lainnya. Informasi yang disajikan harus bebas bias, error, dan
hal lain yang dapat menyesatkan. Selain dari itu sistem akuntansi juga harus dapat menjadi
alat manajemen untuk menjalankan/mengendalikan operasi perusahaan, termasuk
pengamanan aset atau harta perusahaan (adequate internal controls).
d. Sistem pelaporan yang efektif
Bila kita menyiapkan laporan, maka pengetahuan tentang pemakai laporan (yaitu mengenai
keinginannya, kebutuhan saat ini dan yang akan datang) dapat diketahui dengan sebaik-
baiknya sehingga kita dapat menyajikan informasi yang relevan dan dipahami oleh mereka
yang menggunakannya.
akuntansi adalah:
a. Keseimbangan biaya dengan manfaat
Yang dimaksud dengan keseimbangan antara biaya dengan manfaat (cost effectiveness
balance) ialah bahwa sistem akuntansi suatu perusahaan harus di-susun dengan sebaik-
baiknya, tetapi dengan biaya yang semurah-murahnya. Maksudnya adalah sistem akuntansi
harus sesuai dengan kebutuhan masing-masing perusahaan tetapi juga harus dengan
pertimbangan manfaat yang diperoleh harus lebih besar dari biayanya.
b. Luwes dan dapat memenuhi perkembangan
Ciri khas suatu perusahaan modern adalah perubahan (organization change). Setiap
perubahan harus terus-menerus menyesuaiakan diri dengan lingkungan dan
perkembangannya, termasuk perubahan kebijakan, perubahan peraturan, dan perkembangan
teknologi. Sistem akuntansi harus luwes dalam menghadapi tuntutan perubahan tersebut
(flexibility to meet future needs).
c. Pengendalian internal yang memadai
Suatu sistem akuntansi harus dapat menyajikan informasi akuntansi yang diperlukan oleh
pengelola perusahaan sebagai pertanggungjawaban kepada pemilik, maupun kepada pihak-
pihak yang berkepentingan lainnya. Informasi yang disajikan harus bebas bias, error, dan
hal lain yang dapat menyesatkan. Selain dari itu sistem akuntansi juga harus dapat menjadi
alat manajemen untuk menjalankan/mengendalikan operasi perusahaan, termasuk
pengamanan aset atau harta perusahaan (adequate internal controls).
d. Sistem pelaporan yang efektif
Bila kita menyiapkan laporan, maka pengetahuan tentang pemakai laporan (yaitu mengenai
keinginannya, kebutuhan saat ini dan yang akan datang) dapat diketahui dengan sebaik-
baiknya sehingga kita dapat menyajikan informasi yang relevan dan dipahami oleh mereka
yang menggunakannya.
Karakteristik sistem imformasi akutansi(SIA)
Menurut Mc Leod (2001, p.7), sistem akuntansi memiliki karakteristik atau ciri-ciri
tertentu dibandingkan dengan sistem informasi yang lain, khususnya sistem informasi
manajemen fungsional (Pemasaran, Produksi, Personalia, Keuangan) dan sistem informasi
ekskutif. Pendapat Mc.Leod yang diterjemahkan secara bebas dengan uraian-uraian penjelasan
oleh penulis, adalah sebagai berikut:
a. Melaksanakan tugas yang diperlukan
Sistem akuntansi merupakan suatu keharusan (is a must) karena para pengelola
(direksi) perusahaan memang diwajibkan oleh stakeholder/ stockholder, yaitu
elemen-elemen lingkungan seperti pemerintah, para pemegang saham dan pemilik
yang menuntut pengelola perusahaan agar melakukan pengolahan data dan
melaporkan hasil pekerjaannya (sebagai pertanggungjawaban, stewardship).
b. Berpegang pada prosedur yang relatif standar :
Acuan peraturan, sistem dan praktek akuntansi yang diterima umum (general
accepted) pada standar akuntansi keuangan menentukan cara pelaksanaan
pengolahan data akuntansi (record/book-keeping system). Semua organisasi
bisnis/perusahaan dan segala jenis tipe melakukan sistem pembukuan atau
mengolah datanya dengan cara yang pada dasarnya sama (standar).
c. Menangani data rinci
Data yang diolah SIA adalah data transaksi akuntansi yang bersifat raw data dan
detail (rinci) dari transaction processing system. Data tersebut kemudian diolah
dalam bentuk pemilahan/pengelompokan/ penjumlahan untuk dapat menghasilkan
laporan sesuai dengan dimensi yang dikehendaki. Karena data rinci transaksi
akuntansi kemudian diolah dalam berbagai catatan akuntansi menjadi data yang
sudah diakumulasikan, maka sistem harus memiliki mekanisme untuk menjelaskan
kegiatan perusahaan berdasarkan data secara rinci (raw data) semula, yang disebut
21
dengan istilah jejak audit (audit trail).
d. Berfokus historis
Data yang dikumpulkan dan diolah oleh sistem akuntansi umumnya menjelaskan
apa yang terjadi di masa lampau, yaitu data transaksi akuntansi yang telah terjadi
yang kemudian dilaporkan secara periodik (misalnya laporan bulanan mengenai
kegiatan bulan yang lalu), atau bahkan laporan keuangan (neraca, laporan laba/rugi,
laporan arus kas, dan laporan perubahan ekuitas) mengenai kegiatan perusahaan
selama tahun yang lalu (misalnya dari tanggal 1 Januari sampai dengan 31
Desember tahun A, sedangkan laporan keuangan audited lazimnya baru dapat
dihasilkan pada bulan Maret tahun B).
e. Sistem akuntansi menghasilkan sebagian output informasi bagi para manajer
perusahaan. Laporan akuntansi standar seperti laporan rugi laba dan neraca
merupakan contohnya. Ditinjau dari sudut pandang akuntansi keuangan (financial
accounting), informasi yang dihasilkan dalam bentuk laporan-laporan akuntansi
merupakan laporan bentuk baku yang berguna untuk pengambilan keputusan oleh
para pengguna laporan yang relatif ruang lingkupnya terbatas. Laporan dalam
bentuk neraca misalnya, adalah untuk mengetahui kekayaan perusahaan pada suatu
tanggal tertentu. Sedangkan jika ingin mengetahui penghasilan perusahaan pada
suatu periode tertentu adalah dari laporan laba/rugi. Laporan-laporan tersebut relatif
lebih terbatas kemampuannya untuk mendukung pengambilan keputusan oleh para
manajer.
f. Menyediakan informasi pemecahan masalah yang minimal
Seperti diuraikan di atas, laporan akuntansi keuangan relatif terbatas untuk dapat
mendukung proses pengambilan keputusan oleh para manajer unit fungsional.
Untuk memenuhi kebutuhan para manajer tersebut, dihasilkan laporan akuntansi
manajemen (accounting management). Dengan sistem berbasis komputer, maka
kedua jenis laporan yang bersifat laporan akuntansi keuangan dan laporan akuntansi
manajemen dapat dihasilkan dengan relatif lebih mudah dan lebih terpadu. Jadi jika
SIA dipandang sebagai sistem informasi yang menghasilkan laporan akuntansi
keuangan maka dukungan untuk proses pengambilan keputusan relatif minimal dan
standar. Tetapi jika SIA dipandang sebagai sistem informasi manajemen akuntansi
untuk menghasilkan laporan-laporan untuk berbagai unit fungsional termasuk jenis
laporan yang bersifat what if, maka dukungan SIA juga akan bisa maksimal
sepanjang mengenai data transaksi akuntansi.
Dari butir-butir pendapat Mc.Leod tersebut di atas, dapat ditambahkan karakteristik lain
yang dapat diidentifikasi penulis mengeni SIA, sebagai berikut:
g. Laporan sistem informasi akuntansi (yang dibuat oleh fungsi akuntansi) bersifat
independen terhadap unit fungsional lain.
Sistem akuntansi menghasilkan informasi yang ditinjau dari sudut pandang pucuk
pimpinan perusahaan (top management, direksi) bersifat independen. Yang
dimaksud independen di sini adalah bahwa laporan dari SIA relatif terbebas dari
kepentingan unit fungsional operasional. Misalnya, Bagian Pemasaran akan
cenderung secara subyektif untuk melaporkan nilai penjualan semaksimal mungkin,
karena nilai penjualan yang merupakan salah satu ukuran keberhasilan atau kinerja
bagian tersebut. Sedangkan laporan tentang nilai penjualan (sales) yang dioleh oleh
fungsi akuntansi akan terbebas dari bias, dan diolah melalui mekanisme sistem
akuntansi dan pengendalian intern yang memadai.
tertentu dibandingkan dengan sistem informasi yang lain, khususnya sistem informasi
manajemen fungsional (Pemasaran, Produksi, Personalia, Keuangan) dan sistem informasi
ekskutif. Pendapat Mc.Leod yang diterjemahkan secara bebas dengan uraian-uraian penjelasan
oleh penulis, adalah sebagai berikut:
a. Melaksanakan tugas yang diperlukan
Sistem akuntansi merupakan suatu keharusan (is a must) karena para pengelola
(direksi) perusahaan memang diwajibkan oleh stakeholder/ stockholder, yaitu
elemen-elemen lingkungan seperti pemerintah, para pemegang saham dan pemilik
yang menuntut pengelola perusahaan agar melakukan pengolahan data dan
melaporkan hasil pekerjaannya (sebagai pertanggungjawaban, stewardship).
b. Berpegang pada prosedur yang relatif standar :
Acuan peraturan, sistem dan praktek akuntansi yang diterima umum (general
accepted) pada standar akuntansi keuangan menentukan cara pelaksanaan
pengolahan data akuntansi (record/book-keeping system). Semua organisasi
bisnis/perusahaan dan segala jenis tipe melakukan sistem pembukuan atau
mengolah datanya dengan cara yang pada dasarnya sama (standar).
c. Menangani data rinci
Data yang diolah SIA adalah data transaksi akuntansi yang bersifat raw data dan
detail (rinci) dari transaction processing system. Data tersebut kemudian diolah
dalam bentuk pemilahan/pengelompokan/ penjumlahan untuk dapat menghasilkan
laporan sesuai dengan dimensi yang dikehendaki. Karena data rinci transaksi
akuntansi kemudian diolah dalam berbagai catatan akuntansi menjadi data yang
sudah diakumulasikan, maka sistem harus memiliki mekanisme untuk menjelaskan
kegiatan perusahaan berdasarkan data secara rinci (raw data) semula, yang disebut
21
dengan istilah jejak audit (audit trail).
d. Berfokus historis
Data yang dikumpulkan dan diolah oleh sistem akuntansi umumnya menjelaskan
apa yang terjadi di masa lampau, yaitu data transaksi akuntansi yang telah terjadi
yang kemudian dilaporkan secara periodik (misalnya laporan bulanan mengenai
kegiatan bulan yang lalu), atau bahkan laporan keuangan (neraca, laporan laba/rugi,
laporan arus kas, dan laporan perubahan ekuitas) mengenai kegiatan perusahaan
selama tahun yang lalu (misalnya dari tanggal 1 Januari sampai dengan 31
Desember tahun A, sedangkan laporan keuangan audited lazimnya baru dapat
dihasilkan pada bulan Maret tahun B).
e. Sistem akuntansi menghasilkan sebagian output informasi bagi para manajer
perusahaan. Laporan akuntansi standar seperti laporan rugi laba dan neraca
merupakan contohnya. Ditinjau dari sudut pandang akuntansi keuangan (financial
accounting), informasi yang dihasilkan dalam bentuk laporan-laporan akuntansi
merupakan laporan bentuk baku yang berguna untuk pengambilan keputusan oleh
para pengguna laporan yang relatif ruang lingkupnya terbatas. Laporan dalam
bentuk neraca misalnya, adalah untuk mengetahui kekayaan perusahaan pada suatu
tanggal tertentu. Sedangkan jika ingin mengetahui penghasilan perusahaan pada
suatu periode tertentu adalah dari laporan laba/rugi. Laporan-laporan tersebut relatif
lebih terbatas kemampuannya untuk mendukung pengambilan keputusan oleh para
manajer.
f. Menyediakan informasi pemecahan masalah yang minimal
Seperti diuraikan di atas, laporan akuntansi keuangan relatif terbatas untuk dapat
mendukung proses pengambilan keputusan oleh para manajer unit fungsional.
Untuk memenuhi kebutuhan para manajer tersebut, dihasilkan laporan akuntansi
manajemen (accounting management). Dengan sistem berbasis komputer, maka
kedua jenis laporan yang bersifat laporan akuntansi keuangan dan laporan akuntansi
manajemen dapat dihasilkan dengan relatif lebih mudah dan lebih terpadu. Jadi jika
SIA dipandang sebagai sistem informasi yang menghasilkan laporan akuntansi
keuangan maka dukungan untuk proses pengambilan keputusan relatif minimal dan
standar. Tetapi jika SIA dipandang sebagai sistem informasi manajemen akuntansi
untuk menghasilkan laporan-laporan untuk berbagai unit fungsional termasuk jenis
laporan yang bersifat what if, maka dukungan SIA juga akan bisa maksimal
sepanjang mengenai data transaksi akuntansi.
Dari butir-butir pendapat Mc.Leod tersebut di atas, dapat ditambahkan karakteristik lain
yang dapat diidentifikasi penulis mengeni SIA, sebagai berikut:
g. Laporan sistem informasi akuntansi (yang dibuat oleh fungsi akuntansi) bersifat
independen terhadap unit fungsional lain.
Sistem akuntansi menghasilkan informasi yang ditinjau dari sudut pandang pucuk
pimpinan perusahaan (top management, direksi) bersifat independen. Yang
dimaksud independen di sini adalah bahwa laporan dari SIA relatif terbebas dari
kepentingan unit fungsional operasional. Misalnya, Bagian Pemasaran akan
cenderung secara subyektif untuk melaporkan nilai penjualan semaksimal mungkin,
karena nilai penjualan yang merupakan salah satu ukuran keberhasilan atau kinerja
bagian tersebut. Sedangkan laporan tentang nilai penjualan (sales) yang dioleh oleh
fungsi akuntansi akan terbebas dari bias, dan diolah melalui mekanisme sistem
akuntansi dan pengendalian intern yang memadai.
PENGENDALIAN SEBUAH SISTEM IMFORMASI AKUTANSI
Pengendalian sebuah sistem informasi itu sangat sulit.pengendalian intern suatu perusahaan meliputi struktur organisasi dan semua cara-
cara serta alat-alat yang dikoordinasikan yang digunakan dalam perusahaan dengan
tujuan untuk:
a. menjaga keamanan harta milik perusahaan
b. memeriksa ketelitian dan kebenaran data akuntansi
c. memajukan efisiensi dalam usaha
d. mendorong dipatuhinya kebijaksanaan manajemen yang telah ditetapkan
terlebih dahulu
Pengendalian intern diperlukan karena beberapa alasan, yaitu:
a. SIA merupakan suatu system yang terbuka
b. Mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan (kesalahan-kesalahan
atau kecurangan-kecurangan)
c. Melacak kesalahan-kesalahan yang sudah terjadi
Sistem Pengendalian Intern dibagi 2 yaitu:
a. Pengendalian akuntansi / pengendalian pencegahan
1. Pengendalian secara umum
2. Pengendalian aplikasi
b. Pengendalian administratif
1. Pengendalian umpan balik
2. Pengendalian umpan maju
4.1 Pengendalian Akuntansi
Tujuan utama dari pengendalian akuntansi adalah:
1. menjaga keamanan harta kekayaan milik perusahaan
2. memeriksa ketepatan dan kebenaran data akuntansi
Pengendalian akuntansi perlu dirancang sedemikian rupa, sehingga memberikan
jaminan yang cukup beralasan atau meyakinkan terhadap:
1. Transaksi-transaksi dilaksanakan sesuai dengan wewenang manajemen,
baik yang sifatnya umum maupun yang sifatnya khusus
2. Transaksi-transaksi perlu dicatat untuk :
a. Penyusunan laporan keuangan
b. Menjaga pertanggungjawaban atas kekayaan
Pemakaian harta kekayaan perusahaan hanya diijinkan bila ada
3.
wewenang dari manajemen
4. Bahwa harta kekayaan perusahaan menurut catatan sama besarnya
dengan kekayaan riil
4.2 Pengendalian Administratif
Pengendalian administratif memiliki tujuan utama:
1. meningkatkan efisiensi operasi kegiatan
2. mendorong ditaatinya kebijaksanaan-kebijaksanaan perusahaan
Pengendalian administratif mendukung pengendalian akuntansi yang berorientasi
pada manajemen. Yang termasuk dalam pengendalian administratif, yaitu:
1. Pengendalian perencanaan, yang terdiri dari anggaran penjualan (sales budget),
perencanaan induk (master plan), perennaan jaga-jaga (contingency plan),
peramalan arus kas (cash flow forecast) dan pengendalian perediaan (inventory
control)
2. Pengendalian personil, yang terdiri dari recruitment, pelatihan, evaluasi
pekerjaan, administrasi gaji, promosi dan transfer
3. Pengendalian standar operasi, yang terdiri dari standar yang harus dikerjakan
dan system untuk melaporkan penyimpan
gan
cara serta alat-alat yang dikoordinasikan yang digunakan dalam perusahaan dengan
tujuan untuk:
a. menjaga keamanan harta milik perusahaan
b. memeriksa ketelitian dan kebenaran data akuntansi
c. memajukan efisiensi dalam usaha
d. mendorong dipatuhinya kebijaksanaan manajemen yang telah ditetapkan
terlebih dahulu
Pengendalian intern diperlukan karena beberapa alasan, yaitu:
a. SIA merupakan suatu system yang terbuka
b. Mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan (kesalahan-kesalahan
atau kecurangan-kecurangan)
c. Melacak kesalahan-kesalahan yang sudah terjadi
Sistem Pengendalian Intern dibagi 2 yaitu:
a. Pengendalian akuntansi / pengendalian pencegahan
1. Pengendalian secara umum
2. Pengendalian aplikasi
b. Pengendalian administratif
1. Pengendalian umpan balik
2. Pengendalian umpan maju
4.1 Pengendalian Akuntansi
Tujuan utama dari pengendalian akuntansi adalah:
1. menjaga keamanan harta kekayaan milik perusahaan
2. memeriksa ketepatan dan kebenaran data akuntansi
Pengendalian akuntansi perlu dirancang sedemikian rupa, sehingga memberikan
jaminan yang cukup beralasan atau meyakinkan terhadap:
1. Transaksi-transaksi dilaksanakan sesuai dengan wewenang manajemen,
baik yang sifatnya umum maupun yang sifatnya khusus
2. Transaksi-transaksi perlu dicatat untuk :
a. Penyusunan laporan keuangan
b. Menjaga pertanggungjawaban atas kekayaan
Pemakaian harta kekayaan perusahaan hanya diijinkan bila ada
3.
wewenang dari manajemen
4. Bahwa harta kekayaan perusahaan menurut catatan sama besarnya
dengan kekayaan riil
4.2 Pengendalian Administratif
Pengendalian administratif memiliki tujuan utama:
1. meningkatkan efisiensi operasi kegiatan
2. mendorong ditaatinya kebijaksanaan-kebijaksanaan perusahaan
Pengendalian administratif mendukung pengendalian akuntansi yang berorientasi
pada manajemen. Yang termasuk dalam pengendalian administratif, yaitu:
1. Pengendalian perencanaan, yang terdiri dari anggaran penjualan (sales budget),
perencanaan induk (master plan), perennaan jaga-jaga (contingency plan),
peramalan arus kas (cash flow forecast) dan pengendalian perediaan (inventory
control)
2. Pengendalian personil, yang terdiri dari recruitment, pelatihan, evaluasi
pekerjaan, administrasi gaji, promosi dan transfer
3. Pengendalian standar operasi, yang terdiri dari standar yang harus dikerjakan
dan system untuk melaporkan penyimpan
gan
Langganan:
Postingan (Atom)